km Rp °C kg
koma × tanpa koma

Tanda Koma

Pilih penulisan yang benar — Anda langsung tahu jawabannya tepat atau tidak.

Koma wajib sebelum "tetapi", "melainkan", "sedangkan". Koma juga dipakai setelah anak kalimat yang mendahului induk kalimat. Latihan dengan contoh kalimat nyata.

Skor: 0 / 0

Aturan dasar tanda koma

Koma wajib sebelum kata penghubung pertentangan ("tetapi", "melainkan", "sedangkan") dan setelah anak kalimat yang mendahului induk kalimat.

Contoh

Dia sudah berusaha keras, tetapi hasilnya belum memuaskan. → koma sebelum "tetapi"

Karena hujan deras, pertandingan ditunda. → koma setelah anak kalimat di awal

Pertanyaan yang sering diajukan

Kapan tanda koma dipakai sebelum kata penghubung?

Tanda koma WAJIB dipakai sebelum kata penghubung pertentangan seperti "tetapi", "melainkan", dan "sedangkan" yang menggabungkan dua klausa. Contoh: "Dia sudah berusaha keras, tetapi hasilnya belum memuaskan."

Apakah koma dipakai sebelum "dan" atau "atau"?

Tidak, jika "dan" atau "atau" hanya menghubungkan dua unsur/klausa terakhir dalam kalimat sederhana. Tapi dalam perincian tiga unsur atau lebih, koma dipakai di antara setiap unsur, termasuk sebelum "dan" yang terakhir: "Dia membeli buku, pensil, dan penghapus."

Bagaimana dengan koma setelah anak kalimat di awal kalimat?

Jika anak kalimat (klausa keterangan) mendahului induk kalimat, dipisahkan dengan tanda koma. Contoh: "Karena hujan deras, pertandingan ditunda." Tapi jika induk kalimat mendahului anak kalimat, tidak perlu koma: "Pertandingan ditunda karena hujan deras."

Apakah koma dipakai sebelum "karena" atau "jika" di tengah kalimat?

Umumnya tidak, jika induk kalimat mendahului anak kalimat dengan "karena", "jika", "ketika", dll. — kalimat langsung disambung tanpa koma. Aturan koma di sini berbeda dari "tetapi"/"melainkan"/"sedangkan" yang selalu butuh koma.