Kata Ulang (Reduplikasi)
Pilih penulisan kata ulang yang benar — Anda langsung tahu jawabannya tepat atau tidak.
Kata ulang selalu ditulis dengan tanda hubung (-) di antara kedua bagian, misalnya "anak-anak", bukan ditulis dua kali tanpa tanda apa pun. Latihan dengan contoh kata nyata.
Aturan dasar kata ulang
Kata ulang dibentuk dengan mengulang kata dasar, dan selalu dipisahkan dengan tanda hubung (-). Ini berlaku untuk semua jenis kata ulang: penuh, berimbuhan, maupun yang maknanya berubah.
Contoh
rumah-rumah → banyak rumah, reduplikasi penuh
mata-mata → agen rahasia, makna berubah total
mobil-mobilan → mainan berbentuk mobil, kata ulang berimbuhan
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa itu kata ulang (reduplikasi)?
Kata ulang adalah kata yang dibentuk dengan mengulang seluruh atau sebagian kata dasarnya, misalnya "rumah" menjadi "rumah-rumah" (banyak rumah). Reduplikasi ditulis dengan tanda hubung (-), bukan diulang begitu saja tanpa tanda apa pun.
Apakah semua kata ulang ditulis dengan tanda hubung?
Ya, kata ulang bahasa Indonesia selalu ditulis dengan tanda hubung di antara kedua bagian yang diulang: "anak-anak", "lari-lari", "buku-buku". Ini adalah aturan ejaan baku, berbeda dari sekadar mengulang kata tanpa tanda hubung yang tidak baku.
Apakah kata ulang selalu berarti jamak/banyak?
Tidak selalu. Beberapa kata ulang memang menunjukkan jamak (rumah-rumah = banyak rumah), tapi ada juga yang maknanya berubah total dari kata dasarnya, misalnya "mata-mata" (agen rahasia, bukan "banyak mata") dan "langit-langit" (bagian atas ruangan, bukan "banyak langit").
Apa itu kata ulang berimbuhan?
Kata ulang berimbuhan adalah kata ulang yang salah satu atau kedua bagiannya mendapat imbuhan, misalnya "mobil-mobilan" (mainan berbentuk mobil) atau "anak-anakan" (boneka/mainan berbentuk anak). Imbuhan biasanya hanya melekat pada kata ulang bagian kedua.