Huruf Kapital
Pilih penulisan yang benar — Anda langsung tahu jawabannya tepat atau tidak.
Nama hari, bulan, agama, suku, dan bahasa selalu huruf kapital. Kata umum seperti "gunung" atau "presiden" hanya kapital jika jadi bagian nama diri. Latihan dengan contoh kalimat nyata.
Aturan dasar huruf kapital
Huruf kapital dipakai untuk: awal kalimat, nama diri orang/tempat, nama hari/bulan/hari besar, nama agama/suku/bahasa, dan gelar yang diikuti nama.
Contoh
Rapat diadakan hari Senin. → "Senin" kapital, nama hari
Kami mendaki gunung itu. → "gunung" huruf kecil, kata umum
Pertanyaan yang sering diajukan
Kapan nama hari dan bulan ditulis dengan huruf kapital?
Nama hari (Senin, Selasa) dan nama bulan (Januari, Februari) SELALU ditulis dengan huruf kapital di awal kata, di mana pun posisinya dalam kalimat — berbeda dengan bahasa Inggris yang juga begitu, tapi berbeda dengan beberapa bahasa Eropa lain yang menuliskannya huruf kecil.
Apakah nama gunung dan sungai selalu pakai huruf kapital?
Hanya jika kata itu bagian dari nama diri geografis, misalnya "Gunung Merapi", "Sungai Musi". Jika kata "gunung" atau "sungai" dipakai secara umum, tanpa jadi bagian nama diri, ditulis huruf kecil: "gunung itu tinggi", "kami menyeberangi sungai".
Bagaimana dengan nama agama, suku, dan bahasa?
Nama agama (Islam, Kristen, Hindu), nama suku bangsa (Jawa, Sunda, Batak), dan nama bahasa (Indonesia, Inggris, Mandarin) semuanya ditulis dengan huruf kapital di awal kata karena tergolong nama diri.
Kapan gelar/jabatan ditulis huruf kapital?
Gelar atau jabatan ditulis huruf kapital jika diikuti nama orang atau dipakai sebagai sapaan langsung, misalnya "Presiden Joko Widodo" atau "Selamat pagi, Pak Presiden". Jika dipakai umum tanpa nama, ditulis huruf kecil: "presiden negara itu akan berpidato".