Kata Baku atau Tidak Baku?
Pilih kata yang benar — Anda langsung tahu jawabannya tepat atau tidak.
Banyak kata sehari-hari punya bentuk baku (sesuai KBBI) dan bentuk tidak baku (biasa dipakai dalam percakapan). Latihan memilih bentuk yang benar untuk tulisan formal.
Contoh pasangan kata baku dan tidak baku
Kata baku dipakai dalam tulisan resmi — surat, laporan, skripsi, berita. Kata tidak baku wajar dalam percakapan santai.
Beberapa pasangan umum
apotek (baku) — apotik (tidak baku)
izin (baku) — ijin (tidak baku)
risiko (baku) — resiko (tidak baku)
analisis (baku) — analisa (tidak baku)
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa itu kata baku?
Kata baku adalah bentuk kata yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang benar, seperti yang tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Kata baku dipakai dalam tulisan resmi, akademik, dan formal.
Kenapa banyak kata tidak baku yang dianggap benar?
Karena kata tidak baku sering dipakai dalam percakapan sehari-hari dan media sosial sehingga terasa lebih akrab di telinga. Tapi dalam tulisan resmi — surat, laporan, skripsi, berita — kata baku tetap yang harus digunakan.
Apakah daftar kata baku bisa berubah?
Bisa, KBBI diperbarui dari waktu ke waktu dan beberapa kata bisa berubah status kebakuannya. Contoh-contoh di halaman ini mengikuti KBBI edisi terbaru yang umum dipakai, tapi selalu baik untuk mengecek KBBI daring jika ragu.
Apakah kata tidak baku salah digunakan?
Tidak selalu salah — dalam percakapan santai dan pesan informal, kata tidak baku wajar dipakai. Yang penting adalah menyesuaikan dengan konteks: gunakan kata baku untuk tulisan formal, dan kata tidak baku boleh untuk situasi santai.