km Rp °C kg
Ilustrasi botol laboratorium berisi cairan berwarna dan gelembung
oksida, hidroksida, asam, garam

Tata nama kimia

Pilih nama senyawa yang benar — Anda akan langsung tahu apakah jawaban Anda tepat.

Materi klasik kimia SMA — tata nama kimia anorganik dengan sistem Stock (angka Romawi) dan sistematis (awalan Yunani). Rumus acak, koreksi instan, skor langsung terlihat.

Skor: 0 / 0
Mana nama yang benar?

Sistem Stock (angka Romawi)

Ketika suatu unsur memiliki lebih dari satu kemungkinan bilangan oksidasi, hal ini ditunjukkan dengan angka Romawi dalam tanda kurung setelah nama unsur logamnya. Unsur dengan valensi tetap (natrium, kalsium, kalium, seng, dll.) tidak memakai angka Romawi. Inilah satu-satunya sistem penamaan yang diajarkan secara luas dalam kimia SMA di Indonesia — berbeda dari beberapa bahasa lain yang juga mengenal sistem akhiran klasik (seperti -oso/-ico).

RumusNama (Stock/IUPAC)
FeObesi(II) oksida
Fe2O3besi(III) oksida
CuSO4tembaga(II) sulfat
SnO2timah(IV) oksida

Jenis-jenis senyawa

Oksida — gabungan suatu unsur dengan oksigen, rumus umum XₐOᵧ. Oksigen selalu memiliki bilangan oksidasi −II.

Hidroksida — mengandung gugus OH⁻ yang terikat pada logam, rumus umum M(OH)ₙ. Gugus OH memiliki bilangan oksidasi −I.

Asam — asam biner (tanpa oksigen) diberi nama "asam ...ida" (HCl = asam klorida); asam okso (mengandung oksigen) diberi nama sesuai bilangan oksidasi unsur pusatnya, dengan akhiran "-at" untuk bilangan oksidasi lebih tinggi dan "-it" untuk yang lebih rendah (H2SO4 = asam sulfat).

Garam — terbentuk dari asam dengan menggantikan hidrogennya dengan logam; namanya berasal dari anion asam tersebut (klorida, sulfat, karbonat, nitrat...).

Pertanyaan yang sering diajukan

Bagaimana cara kerja sistem Stock?

Sistem Stock menunjukkan bilangan oksidasi suatu unsur dengan angka Romawi dalam tanda kurung, hanya jika unsur tersebut memiliki lebih dari satu kemungkinan bilangan oksidasi. Contoh, besi(II) oksida (FeO) dibandingkan besi(III) oksida (Fe2O3). Unsur dengan valensi tetap, seperti natrium atau kalsium, tidak memakai angka Romawi.

Apa itu tata nama sistematis (dengan awalan)?

Tata nama ini menggunakan awalan Yunani (mono-, di-, tri-, tetra-, penta-) untuk menunjukkan jumlah atom setiap unsur dalam rumus. Contoh, CO2 adalah karbon dioksida dan N2O5 adalah dinitrogen pentaoksida.

Apa perbedaan oksida, hidroksida, asam, dan garam?

Oksida adalah gabungan suatu unsur dengan oksigen (contoh, CaO). Hidroksida mengandung gugus OH⁻ yang terikat pada logam (contoh, Ca(OH)2). Asam melepaskan ion H⁺ dalam larutan (contoh, HCl adalah asam klorida). Garam terbentuk saat hidrogen pada asam digantikan oleh logam (contoh, CaCO3).

Apakah bahasa Indonesia punya sistem penamaan tradisional lain seperti -oso/-ico?

Tidak. Berbeda dari beberapa bahasa lain (seperti Portugis atau Spanyol) yang masih memakai akhiran klasik -oso/-ico di samping sistem Stock, kurikulum kimia Indonesia (kimia SMA, mengikuti kaidah IUPAC) secara konsisten memakai sistem Stock dengan angka Romawi untuk unsur logam bervalensi banyak — tidak ada sistem akhiran tradisional paralel yang diajarkan.